Minggu, 07 Maret 2010
salah jatuh cinta
Aku merasa telah tidur lama sekali dan aku merasa kepalaku pusing. Lalu kucoba membuka mataku, dan yang pertama kali kulihat adalah Vian, sahabatku. Untung saja dia ada dihadapanku, karena memang aku sangat membutuhkannya sekarang.“Kamu sudah sadar? Syukurlah!” kata Vian ketika melihatku membuka mata. “Eng… Aku ada dimana, Vi? Kenapa aku bisa ada di sini?” tanyaku sedikit serak, dan Vian segera mengambilkan minum untukku. “Ini di rumah sakit. Kamu ditabrak mobil yang sedang mengebut karena pengemudinya mabuk,” Jelas Vian. “Oh, iya, Vi! Aku mau cerita sama kamu tentang cowok yang nolongin aku sebelum kejadian itu,” kataku bersemangat. “Tapi, kamu kan baru sadar. Jadi, kamu harus makan dulu, ya… Biar cepat sembuh,” pinta Vian. Akhirnya, aku makan sambil disuapi dan sesudah itu, aku langsung menceritakan semua kejadian yang terjadi waktu itu.“Jadi, Vi! Ada cowok ganteng seangkatan dan satu sekolah sama kita yang menolong aku waktu aku mau ditabrak motor! Tanganku ditarik ke belakang, terus waktu aku mau bilang makasih, eh, dianya sudah menyeberang duluan, terus aku ikutin, saat aku mau bilang terimakasih, tiba-tiba dia mendorong aku buat ngelindungin aku dari mobil yang mengebut itu. Romantis, nggak?” ceritaku bersemangat. “Iya, iya! Tapi sayangnya, kalian berdua tetep ditabrak sama mobil itu! Kalau kamu saja sudah luka di kepala, tangan, dan kaki. Kemungkinan besar, cowok itu lukanya lebih parah dari kamu. Tapi, sepertinya dia selamat, kok! Dan untung saja, kamu nggak kenapa-kenapa.” Balas Vian menanggapi.“Ngomong-ngomong, aku sudah di rumah sakit berapa hari?” tanyaku ingin tahu. “Kamu sudah koma selama 2 bulan! Dari bulan Juli sampai sekarang, bulan September,” jawab Vian polos. “Hah?!?!” aku kaget, dan aku pingsan lagi…Hanya bercanda… “Oh, iya, Vi! Mama dan Papaku di mana?” tanyaku tiba-tiba. “Emmm… Mereka datang, kok waktu itu. Terus… terus mereka bilang bakal jenguk kamu lagi nanti. Jadi, kamu jangan sedih, ya!” jawab Vian gugup. Aku tahu kalau Vian hanya mengarang kalimat kedua tadi. Orang tuaku tidak mungkin mempedulikanku…***Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Meskipun bagi anak-anak lain tidak. Tentu saja aku baru masuk hari ini karena kecelakaan waktu itu.“DORR!!” “Vian! Ya, ampun! Kamu bikin kaget saja, sih!” kataku sewot. “Hehehe… Sabar, bu! Pagi-pagi sudah marah-marah ,” Jawab Vian sambil tertawa. “Eh, ruang guru ada di mana, sih?” tanyaku. “Di lantai 2. Yuk, aku antar!” ajak Vian.Saat aku dan Vian berjalan melewati kelas-kelas lain. Banyak yang menyapa Vian. Vian memang pandai bergaul. Aku jadi sedikit iri karena aku tidak pandai bergaul. Dan lagi, aku baru masuk sekarang, tentu lebih susah lagi mencari teman karena, pasti banyak anak yang sudah mempunyai geng sendiri. Aku jadi tidak percaya diri. Tapi, tiba-tiba bel masuk sudah berbunyi dan takdir berkata lain…
Langganan:
Komentar (Atom)
Followers
